Wanita Depresi Dua Kali Lebih Besar Dari Pria

Wanita Depresi Dua Kali Lebih Besar Dari Pria

exposedthought.com – Depresi merupakan tingkat lanjutan dari stress. Siapa saja bisa mengalami hal ini. Namun, penelitian membuktikan bahwa wanita lebih rentan terhadap depresi daripada pria. Ulasan berikut ini akan memberikan penjelasan mengenai hal tersebut.

Depresi adalah penyakit mental yang umum terjadi di masyarakat. Di zaman dengan tingkat persaingan yang makin tinggi, depresi ini mudah dialami oleh siapa saja. Depresi merupakan perubahan sikap mental seseorang yang ditandai dengan memburuknya suasana hati dan perasaan yang diikuti dengan perubahan pola makan, tidur hingga keengganan bersosialisasi yang berlangsung berkelanjutan selama enam bulan atau lebih.

Perubahan suasana hati ini mengakibatkan efek yang sangat besar yang menimbulkan perasaan nelangsa, tidak berdaya, hingga putus asa karena merasa tidak ada yang memperhatikan atau mencintai. Jika dibiarkan, perasaan ini bisa mendorong pelakunya melakukan bunuh diri.

Wanita rentan mengalami depresi dua kali lebih besar dari pria. Penyebabnya dijelaskan lebih lanjut.

  1. Faktor genetik

Faktor genetik ini berkaitan dengan silsilah keluarga. Seorang perempuan akan rentan terkena depresi jika memiliki anggota keluarga yang juga terkena depresi. Walaupun demikian, hal ini bisa disembuhkan selama mendapat dukungan dari keluarga. Gaya hidup yang sehat dan keluarga yang full support mampu membuat penderita depresi sembuh.

  1. Masa puber

Pada remaja, masa-masa ini menjadi masa yang rawan terkena depresi. Perkembangan mental yang belum sempurna dan tuntutan dari luar membuat seorang remaja dapat terkena depresi. Perubahan fisik hingga hormon membuat seorang remaja menjadi lebih sensitif. Bila lingkungan juga memberi tekanan padanya, maka dia mudah menjadi depresi hanya karena hal-hal sepele. Dukungan dari keluarga dan informasi yang lengkap mampu membuat remaja ini melewati masa-masa yang rentan depresi.

  1. Hormon (menstruasi, hamil, menopause)

Untuk seorang perempuan, hormon mendominasi mereka dalam beraktivitas. Dan ada masa-masa dimana tingkat hormon mengalami peningkatan. Seperti masa menstruasi, hamil dan menopause. Pada masa-masa tersebut, seorang perempuan mudah mengalami moodswing yang mengakibatkan mereka menjadi over sensitif. Dukungan keluarga dan pengertian tanpa batas membantu mereka melewati masa-masa tidak nyaman ini.

  1. Lingkungan

Faktor lingkungan menjadi faktor terbesar kedua sebagai penyebab depresi pada wanita. Salah satu contoh faktor lingkungan adalah tuntutan atau pengharapan yang terlalu besar. Misalnya seorang perempuan diharapkan mampu menyelesaikan tugas domestiknya selain mampu menghasilkan uang. Atau seorang perempuan harus mampu menekan perasaannya terhadap sikap atau tingkah laku suaminya karena perempuan identik dengan sabar dan mengalah. Jika hal ini dibiarkan terus menerus, maka emosi terpendam mampu mengubah karakter perempuan ini dan menjadi depresi tanpa mampu menyampaikan dan meminta bantuan.

Baca juga : Tips Mencegah Stres pada Wanita Karir yang menjadi Ibu Rumah Tangga

Depresi dapat dikenali sejak dini dari perubahan tingkah laku. Dengan sikap saling menghargai kita akan mampu melihat perubahan ini dan tidak menganggap enteng atau menjadikannya ejekan. Karena jika tidak dibantu sejak dini, depresi ini dapat mendorong perempuan merasa putus asa dan melakukan keputusan yang merugikan diri sendiri, mulai dari mengabaikan keluarga, menyakiti anak-anak hingga yang terfatal melakukan bunuh diri.

Pusat konseling bagi wanita bisa menjadi sarana pertama sebelum melakukan konsultasi ke psikolog. Berkonsultasi tidak menjadikan wanita tersebut mengalami penyakit mental disorder (gila). Namun, ini merupakan langkah preventif untuk mengenali gejala awal depresi dan menyembuhkannya. Lingkungan keluarga dan rumah perlu memberikan support sehingga kesembuhan yang diharapkan dapat dicapai dan wanita tersebut bisa kembali menjadi produktif.